If you expect that this article is nothing but my exceptionally annoying rant, then guess what?
It’s kind of funny when you see how power can bring out the true identity of a person.
Being social is not easy. Read the rest of this entry »
Awalnya sekedar kumpul-kumpul bersama ketika malam-malam tertentu di bulan tertentu. Kemudian berlanjut dengan pertemuan-pertemuan “rahasia” di tempat yang tidak begitu rahasia. Dilengkapi dengan kode-kode jargon tertentu, interaksi yang berbeda mulai terasa. Sebuah kaukus asing dalam kelompok yang sudah begitu sangat spesifik terbentuk. Kaukus yang berisikan orang-orang tertentu yang dipilih berdasarkan kriteria-kriteria yang cukup berat. Keanggotaan yang diberikan berdasarkan undangan dari “para atasan”. Coba tanya mereka, ada apa sih? Wah, tentu saja, mereka akan berusaha menjelaskan dengan sebegitu masuk akalnya sehingga kamu merasa tidak ada yang salah dengan mereka.
Apa yang lebih buruk dari idealisme yang dikomersilkan dan didalangi oleh sekelompok intelek selebriti (baca: oplosan) yang oportunis? Kalau ingin tahu apa yang saya maksud, coba cari klip video acara talkshow Newsdotcom, khususnya episode Sumpah Pemuda 2007 di Youtube.
Stepping into my fourth year living in Singapore, I can barely explain how life is going on here. Fortunately, that doesn’t keep me from trying to summarize the three-year impression I’ve gained into the following trivias. These are deduced, observed, and written from daily situation I often encounter. The lists are not exhaustive. I’ll try to add few more thing in the upcoming year.
DISCLAIMER: They might not always be true, as you may not have seen or experience the things I wrote, or you may think that some of them are just simply random; no generalization can be made from them. Well, if that’s what you think, I’ll never intend to limit or interfere with your rights (if any) to express your thought. Everyone entitles to their own opinion (though I’m not quite sure that such phrase even exists here).
Pastinya sering denger pernyataan di atas, bahwa mahasiswa adalah kaum intelek. Dan biasanya, pernyataan ini diikuti oleh beberapa macam atribut dan karakteristik yang orang harapkan dari seorang anggota “kaum intelek”.
Atribut apa sih? Berikut ini, kompilasi atribut dan ciri-ciri mahasiswa yang saya rangkum dari berbagai sumber dan kebanyakan terlalu opinionated. Sumbernya? Tentu saja, rahasia. Yang pasti, kompilasi ini hanya membahas mahasiswa Indonesia. Kenapa demikian? Yah, karena saya mahasiswa Indonesia. Sebelumnya, saya juga ingin sampaikan kalau atribut-atribut berikut ini hampir sebagian besar adalah stereotype, yaitu gak semua kalangan mahasiswa bersikap demikian, namun, karakter dan sikap ini udah melekat sebegitu kuat di demografi mahasiswa.
Ok, kita mulai.
Hibernasi. Hiatus. Istirahat. Terserah pilih mana yang tepat buat menggambarkan keadaan blogku tersayang ini selama dua bulan terakhir. Mungkin karena tak lagi praktek kerja seperti saat enam bulan lalu, dimana saat-saat “santai” tanpa beban masih menjadi menu sehari-hari. Atau mungkin begitu banyaknya tugas dan kuliah yang harus dinikmati, sehingga menulis blog sudah menjadi sebuah kemewahan yang hanya terjangkau oleh orang-orang yang “mampu”. Apapun itu, agaknya saya jadi rindu menulis sesuatu di sini.
Tapi, kok bingung yah, mau menulis apa?
Hmm… Sebenarnya banyak topik (baca: keluh kesah, masalah, dan beban penderitaan) yang ingin saya beberkan di sini, tapi bingung dimana harus memulai.
Aha, bagaimana kalau ditulis semua saja? Walaupun saya yakin ini bakal jadi sangat-sangat-sangat tidak komprehensif, seperti yang orang bilang tentang posting saya yang judulnya: Dia Menang, Dia Kalah, tapi lagi-lagi, ego diva di hati saya teriak: “So, what? Emang gw pikirin?”. Tapi tunggu! Masa saya kalah dengan pribadi alternatif “dodol” ini? Fokus fokus fokus. Oiya, saya jadi ingat suatu kejadian beberapa minggu lalu.
Pretty much of a weekend I just had. Been trying many new things which will inarguably hold nominations for one of my mind-refreshing moments of the year which, by the way, will end pretty soon. It leads me into thinking, how many times I’ve done or encountered something standout lately? The ones that drive me out of my comfort zones. The ones that spell out exceptional. The ones that can remind me that there’s a whole lot different world out there, running at different pace, by different kinds of people.
You know sometimes, when we’re having too much time fooling around in our own zone, we tend to think that the universe does revolve around us, especially when you feel that you’re really good at what you’re doing and probably everyone thinks the same way too – not that I’m implying that I am impossibly good at what I’m doing, but to certain extent, I could say so [narcissism alert!!]. Read the rest of this entry »


Recent Comments